sedih banget rasanya dilupain. aku merasa dilupain sihh. dan kebanyakan memang dilupain. teman. sapa yang gak suka punya banyak teman? aku sangat senang ketika memiliki banyak teman. karena aku merasa sangat dihargai menjadi seorang pribadi. tapi mereka sepertinya sih lupa sama aku. hehe.
memank kami saling jalan-jalan waktu lalu. tapi seperti kebiasaannya. kami berjalan terpisah. berdua - berdua, atau bertiga - bertiga, selalu formasi itu yang ada ketika kami bersama. sedih? sangat.
tapi aku tetap bersyukur saja. mereka tetap ada buat aku. walaupun hanya sesaat. aku tetap merasa bangga pada mereka.
friends :)
i miss you so much. i'm alone now. need you all. :)
Monday, April 16, 2012
Monday, April 9, 2012
GALAU again!
DILARANG MENGASIHANI DIRI SENDIRI !
banyak orang bilang seperti itu sihh. tapi kebanyakan buat aku, kalimat itu tidak dan sama sekali tidak mempan. karena aku selalu mengasihani diri sendiri. mulai dari keadaan keluargaku, kedekatanku dengan Bapaku, hubunganku dengan seorang pacar, dan lainnya.
salah satu yang menjadi faktor aku mengasihani diriku sendiri adalah kehilangan banyak teman. siapa yang tak ingin berteman? pasti semua orang ingin berteman dan ingin berinteraksi dengan orang lain. memang semua orang di sekitarku adalah seorang teman. dikelas, disekolah, di mana-mana, mereka semua temanku. tapi aku juga ingin seperti orang lain. aku ingin memiliki seorang teman yang dekat dan bisa saling berbagi dengan aku.
aku rindu masa-masa dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP. aku memiliki segalanya. Bapaku, temanku, keluarga yang sangat menyayangiku dan tidak kekurangan suatu apapun, termasuk dalam urusan ekonomi. tapi semenjak aku masuk SMA, semua berubah. temanku menjadi semakin sedikit, maksudku teman dekatku yang menjadi sedikit. aku juga sudah mulai jauh dengan Bapaku, kau tau kan masalahnya? keluargaku apalagi. sekarang semakin terpuruk menurutku. ekonomi keluargaku semakin menurun dan semakin membuat orangtuaku stress dan bingung. aku tau mereka terlihat baik - baik saja, tapi aku tau perasaan mereka. mereka sedang bingung menghadapi dunia yang semakin canggih dan tentu membutuhkan uang yang sangat banyak. aku ingin merubah keluargaku menjadi lebih baik. tapi aku sendiri bingung bagaimana carany?
menjadi model? aku ingin. bahkan sangat ingin menjadi model. tapi apa yang harus aku katakan ketika semuanya harus dimulai dengan membayar? mungkin bagi kalian uang 100ribu tidak berharga dan bahkan murah. tapi bagi keluargaku, itu sesuatu yang sangat berharga dan mahal.
menjual pulsa? aku sempar berinisiatif untuk itu. tapi aku tak mungkin kan bersaing dengan temanku sendiri? mungkin dia juga tidak terlalu berpikir bila aku menjual pulsa disekolah sekarang, tapi aku selalu merasa tak enak. aku selalu berpikir bahwa aku tidak bisa dan sangat sudah untuk melakukannya. apa yang harus aku perbuat Bapa?
sekarang aku hanya bisa menulis segala perasaanku. aku tak tau lagi harus bercerita kepada siapa yang bisa mendengar dan aku bisa menatapnya langsung. aku tau ada Tuhan dan Bapaku yang selalu mendengarkan aku, tapi di sisi lain aku juga butuh seorang manusia yang bisa menemaniku dan mendengarkan segala apa yang aku rasakan. mungkin salahku, karena dari dulu aku selalu menceritakan apa yang aku rasakan kepada semua temanku. aku sedang sedih, aku sedang marah, aku sedang dalam masalah, aku selalu bercerita.
tapi aku tau, sekarang aku harus menatap ke depan. tanpa seorang teman di sampingku, mungkin tak masalah. apa bisa begitu?
Bapa, tolong Engkau beri aku seorang teman dekat. karena hanya Engkaulah sahabatku :)
seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran :)
thanks God, thanks bloggie :*
gutten nacth !
banyak orang bilang seperti itu sihh. tapi kebanyakan buat aku, kalimat itu tidak dan sama sekali tidak mempan. karena aku selalu mengasihani diri sendiri. mulai dari keadaan keluargaku, kedekatanku dengan Bapaku, hubunganku dengan seorang pacar, dan lainnya.
salah satu yang menjadi faktor aku mengasihani diriku sendiri adalah kehilangan banyak teman. siapa yang tak ingin berteman? pasti semua orang ingin berteman dan ingin berinteraksi dengan orang lain. memang semua orang di sekitarku adalah seorang teman. dikelas, disekolah, di mana-mana, mereka semua temanku. tapi aku juga ingin seperti orang lain. aku ingin memiliki seorang teman yang dekat dan bisa saling berbagi dengan aku.
aku rindu masa-masa dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP. aku memiliki segalanya. Bapaku, temanku, keluarga yang sangat menyayangiku dan tidak kekurangan suatu apapun, termasuk dalam urusan ekonomi. tapi semenjak aku masuk SMA, semua berubah. temanku menjadi semakin sedikit, maksudku teman dekatku yang menjadi sedikit. aku juga sudah mulai jauh dengan Bapaku, kau tau kan masalahnya? keluargaku apalagi. sekarang semakin terpuruk menurutku. ekonomi keluargaku semakin menurun dan semakin membuat orangtuaku stress dan bingung. aku tau mereka terlihat baik - baik saja, tapi aku tau perasaan mereka. mereka sedang bingung menghadapi dunia yang semakin canggih dan tentu membutuhkan uang yang sangat banyak. aku ingin merubah keluargaku menjadi lebih baik. tapi aku sendiri bingung bagaimana carany?
menjadi model? aku ingin. bahkan sangat ingin menjadi model. tapi apa yang harus aku katakan ketika semuanya harus dimulai dengan membayar? mungkin bagi kalian uang 100ribu tidak berharga dan bahkan murah. tapi bagi keluargaku, itu sesuatu yang sangat berharga dan mahal.
menjual pulsa? aku sempar berinisiatif untuk itu. tapi aku tak mungkin kan bersaing dengan temanku sendiri? mungkin dia juga tidak terlalu berpikir bila aku menjual pulsa disekolah sekarang, tapi aku selalu merasa tak enak. aku selalu berpikir bahwa aku tidak bisa dan sangat sudah untuk melakukannya. apa yang harus aku perbuat Bapa?
sekarang aku hanya bisa menulis segala perasaanku. aku tak tau lagi harus bercerita kepada siapa yang bisa mendengar dan aku bisa menatapnya langsung. aku tau ada Tuhan dan Bapaku yang selalu mendengarkan aku, tapi di sisi lain aku juga butuh seorang manusia yang bisa menemaniku dan mendengarkan segala apa yang aku rasakan. mungkin salahku, karena dari dulu aku selalu menceritakan apa yang aku rasakan kepada semua temanku. aku sedang sedih, aku sedang marah, aku sedang dalam masalah, aku selalu bercerita.
tapi aku tau, sekarang aku harus menatap ke depan. tanpa seorang teman di sampingku, mungkin tak masalah. apa bisa begitu?
Bapa, tolong Engkau beri aku seorang teman dekat. karena hanya Engkaulah sahabatku :)
seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran :)
thanks God, thanks bloggie :*
gutten nacth !
Subscribe to:
Comments (Atom)