Thursday, December 17, 2015

Apa Yang Paling Berkenan Adalah HATI

sejak pertama aku memilih salah satu Universitas di Surabaya untuk berkuliah, aku sempat menangisinya. ada seorang teman yang tidak kusukai juga memilih untuk studi di tempat yang sama dengan fakultas yang sama pula. tapi memang Tuhan punya caraNya sendiri untuk mendapatkan kita anak-anakNya. pantaskah aku disebut sebagai anakNya? aku dapat berkata pantas karena Dia masih menghajar dan masih mau mendengarkan aku. ya Dia menghajar orang-orang yang dikasihiNya. seperti seorang bapa kepada anaknya jika anaknya memang bersalah.

memasuki semester pertama organisasi yang aku ikuti adalah organisasi kerohanian. aku memang bertekad dari awal untuk masuk ke organisasi kerohanian. memiliki jam-jam ibadah tetap, memiliki keluarga rohani awalnya tidak mudah buat dagingku. seringkali aku menolak beribadah dan menolak untuk recom (komsel). tapi dorongan kuat dan karena situasi aku berada di kos membuat aku tetap dalam organisasi itu dan justru menjadi salah satu bagian dalam organisasi tersebut. aku yakin bukan sekedar karena organisasi aku bisa bertemu dengan Dia, tapi karena Dia yang menemukan aku.

awal aku berjumpa dengan Dia sebagai orang yang samgat mengasihi dan mengampuni aku yaitu pada saat aku retreat maharu 2014. disitupun aku mendapatkan karunia Roh, yang bagiku sekarang tidak bisa digunakan secara sembarangan. aku tidak langsung bertobat, aku masih dalam jerat kenajisan dan nafsuku sendiri terhadap pasanganku. tapi Dia Tuhan yang hebat, Dia terus mengejar dan mengampuni aku ketika aku bersalah dan kembali dengan hati yang tulus untuk mau diubahkan. pesan pertama ketika aku memulai hidup baruku adalah pengenalan akan Tuhan.

prosesnya cukup lama bagiku dengan berbagai masalah yang disediakan untuk menguji hatiku, akupun semakin mengenal Dia walaupun tidak sempurna. Dia Allah yang Esa, Dia Allah yang Besar, Dia Allah yang penuh kasih dan sayang, namun Dia Allah yang adil dan penuh kuasa, Dia Allah yang mau menunggu anak-anakNya kembali, Dia Allah yang mau membasuh segala kenajisan kita, dan Dia Allah yang mengenal hati kita terlebih dahulu dibandingkan dengan kita manusia. akupun dibuat jatuh cinta akan kasihNya yang luar biasa walaupun aku masih mengeluh dan masih berdosa, tapi aku tahu Dia tahu bahwa aku tetap manusia.

setelah selesai pada tahapan pengenalan akan Tuhan, aku sempat membuat Dia kecewa dengan tidak lagi percaya akan kuasaNya bahwa Dia juga Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu terutama untuk hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Dia Allah yang mampu mengubah sesuatu jika kita benar-benar menaruh kepercayaan dan hati kita sepenuhnya kepada Dia. aku berpikir bahwa mungkin Dia sudah sangat jauh dariku karena apa yang aku lakukan. mungkin Tuhan sudah berpaling dari ku karena apa yang aku perbuat dan hatiku yang bercabang. tapi Dia bukan Allah yang demikian. aku tetap didapatiNya dan diproses kembali. kali ini mengenai perkenanan Tuhan.

Apa yang berkenan dihadapan Tuhan? apa yang paling berkenan bagi Tuhan?
dari semua jawaban yang aku terima dari Dia, dari mendengarkan firman Tuhan dan dari pembacaan firman, yang aku dapatkan hanya satu hal sederhana. HATI.
yang paling berkenan dihadapan Tuhan bukan persembahan kita, bukan pelayanan kita, bukan sesuatu yang kita berikan kepada orang lain sesama kita, bukan ketika kita berbuat baik, bukan apa yang kita berikan yang berkenan kepada Tuhan.
dibalik semua itu Tuhan melihat HATI kita. apakah kita sungguh mempersembahan persembahan kita dengan HATI kita? apakah kita sungguh melayani Dia dengan HATI kita? apakah kita mengasihi Dia dan mengasihi sesama kita dengan HATI kita? semua berawal dari HATI kita karena Tuhan lah yang mengenal kedalaman HATI kita umat manusia.

HATI yang seperti apa?
hati yang jujur, hati yang baik, hati yang takut akan Tuhan, hati yang adil, hati yang mau dibentuk, hati yang lembut, hati yang penuh kasih, hati yang tulus ikhlas, hati yang mau dimurnikan oleh Tuhan.

sulit? memang. karena kita manusia. tapi maukah kita menyerahkan HATI kita buat Tuhan SAJA?
karena HANYA TUHAN yang mampu mengubah HATI manusia.

dimana letak hatimu berada?

Monday, December 14, 2015

Fallin In Love with God

dia seorang yang mudah jatuh cinta. dia seorang yang hatinya mendua. dia seorang yang tidak pernah puas akan apa yang dimiliki. dia seorang yang suka mengeluh akan kehidupannya. dia seorang yang selalu iri hati dengan apa yang orang lain miliki. dia seorang yang berusaha tegar walaupun ingin menangis. dia seorang yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dari apa yang dia miliki namun selalu gagal. dia seorang yang tidak tepat janji. dia seorang yang senang menghakimi kegagalan dan keberhasilan orang lain. dia seorang yang rendah diri namun juga memegahkan dirinya sendiri. dia seorang yang perfeksionis dan memasang harga tinggi untuk pekerjaan orang lain. dia seorang yang tidak mandiri dan selalu meminta pertolongan dari orang lain. dia seorang pemimpi juga penakut. dia penyuka hal-hal romantis yang membuat dia membayangkan hal-hal yang tidak seharusnya. dia seorang yang pernah jatuh dalam dosa perzinahan dan tidak tahu jalan keluar. dia seorang yang layak untuk tinggal di bumi yang fana untuk dihakimi dan dia seorang yang tidak layak untuk hidup di surga yang maha kudus.

bukan dari keluarga kaya raya. bukan dari keluarga yang benar hidupnya di dalam Tuhan. bukan seorang yang pemberani. bukan seorang yang kuat hatinya. bukan seorang yang mau berusaha. bukan seorang yang terpandang. bukan seorang yang memiliki banyak teman dan banyak sahabat. bukan seorang yang mandiri. bukan seorang yang sangat pintar dan cerdas penuh hikmat. bukan dari keluarga orang terpandang. bahkan rumahpun tidak ia miliki. barang-barang dalam rumahnya pun bukan keluarganya yang memiliki. ikatan hutang pun ada dalam keluarganya yang mungkin mengharuskan ia untuk melunasinya juga. bukan seorang yang taat aturan dan bukan seorang yang suka bergaul dengan Tuhan. BUKAN.

siapakah yang akan mencintai seseorang yang demikian?
siapakah yang akan menerima dia apa adanya dia?
siapakah yang akan membantunya keluar dari segala permasalahannya?
siapakah yang akan mengubah hidupnya?
jawabannya sederhana. BUKAN MANUSIA.

manusia hanya akan menjatuhkan sesama manusia.
manusia hanya akan mengejek tanpa mengetahui yang sesungguhnya.
manusia hanya akan menginjak-injak mereka yang terluka.
manusia hanya akan mementingkan dirinya sendiri dan serakah.
manusia hanya lalu ketika manusia lain membutuhkan pertolongan.
manusia hanyalah sementara.
____________________________________________________________________________________
kalau bukan Tuhan yang menemui dia, dia tidak akan jatuh cinta pada-Nya. 
kalau bukan Tuhan yang mengangkat dia, dia masih ada dalam lobang hina yang sama.
kalau bukan Tuhan yang menggendong dia, dia masih tertatih-tatih dalam perjalanan hidupnya.
kalau bukan Tuhan yang mengampuni dia, dia masih mengenakan jubah hitam pekat yang tidak layak.
kalau bukan Tuhan yang mengasihi dia, siapa lagi?

hanya Tuhan yang menemukan dia ketika dia tersesat dan hilang.
hanya Tuhan yang mengangkat dia ketika manusia lain tidak mempedulikan dia.
hanya Tuhan yang menggendong dia ketika manusia lain menaruh batu sandungan di jalannya.
hanya Tuhan yang mengampuni dia ketika manusia lain menuntut banyak hal dalam kehidupannya.
hanya Tuhan yang mengasihi dia dengan kasih-Nya yang murni dan tulus mencintai anak-anakNya, domba-dombaNya, hamba-hambaNya, kekasih-kekasihNya.

Tuhan bukan sekedar agama. Tuhan bukan sekedar tuhan.
Dia memiliki telinga yang PASTI mendengarkanmu.
Dia memiliki mata yang PASTI hanya tertuju padamu.
Dia memiliki tangan yang terancung dan lengan yang kuat dan PASTI menopangmu.
Dia memiliki kaki yang megah dengan keadilan dibawahnya yang PASTI akan menjagamu agar tidak menyimpang.
Dia memiliki hati yang lembut dan PASTI mengampuni kesalahmu ketika kamu menyadari dan berbalik sungguh kepadaNya.
tidak ada yang seperti Dia di dunia ini.
dan tidak bisa kupungkiri setelah setahun aku melayani Dia, aku mengenal Dia sebagai Allahku, Dia yang selalu membuat aku jatuh cinta.
cinta yang sesungguhanya, bukan cinta karena nafsu oleh dunia.
Jangan pernah berpaling dari ku ya, Tuhan, Kekasihku.
Hanya Kau satu tujuan dihidupku.
Jangan biarkan cintaku ini padam dan jangan biarkan aku meninggalkan kasihku yang semula kepadaMu.
Biar kasihMu yang lingkupiku. Biar firmanMu yang menerangi segala jalanku yang gelap.
dan biar hambaMu boleh sampai kepadaMu dan boleh Kau dapati tetap setiap sampai Kekasihku datang menjemputku.

sincerely,
Yours.