"you can't make the same mistake twice. the second time you make it, it's not longer a mistake, it's a choice."
mungkin itu quotes yang cocok banget buat aku. di kondisi yang sama, dengan berbeda orang tapi dengan kelakuan yang sama. aku harus melewatinya lagi. ya, setidaknya aku masih bisa mengontrol diriku sendiri dan dia. lebih baik daripada dulu. tapi juga ada sisi buruknya. tambah parah. yak, makin parah.
aku memang nggak bisa jelasin secara mendetail apa aja yang udah aku lakuin selama ini. tapi paling enggak kalian semua udah tau aku ini siapa lewat blog ini. aku bukan orang baik-baik. mungkin aku cuma orang yang nggak sengaja diharap-harapkan orang tuaku dan nggak sengaja juga lahir. emang kadang nggak ada yang cuma nggak sengaja doang di dunia ini. manusia masih punya pikiran dan masih bisa berpikir, jadi apapun, selalu disengaja sendiri oleh manusia.
masalahnya sekarang, ada dasar sayang antara aku dan dia. dulu sih ada, tapi nggak sehebat sekarang. jadi makin pasrah dan makin parah. untungnya Tuhan sangat baik sekali sama aku, jadi yah aku beberapa kali selamat. nakalnya, aku nggak pernah berubah dan masih di lobang yang sama.
susah sekali untuk pindah walaupun aku tau aku harus keluar dari lobang ini. aku sendiri mau sharing ke siapa lagi. memalukan. ya, memalukan karna sama sekali nggak wajar menurutku.
seandainya aku sekarang tinggal di luar negri dan aku orang sana, mungkin sudah habis semua dari aku. nggak ada yang kesisa.
aku cuma bisa bilang maaf buat sekarang. buat siapapun yang kecewa nantinya ketika tau semua apa yang aku lakuin. seandainya aku bisa memilih, mungkin aku memilih untuk nggak pernah ada di dunia ini. selain banyak dosa yang aku lakuin, aku juga banyak merepotkan orang lain. nggak bisa ini, nggak bisa itu.
kadang aku nyeramahin orang biar mereka nggak bunuh diri atau nggak bilang kepengen mati. tapi kadang aku juga nggak bisa mengontrol diri sendiri kalau aku juga kepengen mati aja.
biar lebih nyaman, biar nggak terulang kembali, dan biar nggak banyak merepotkan orang lain.
aku cuma kepengen berguna Tuhan, berguna buat papa mama adekku, keluargaku, sahabatku, lebih lagi berguna buat Engkau.
Tiffani Narulita