suatu saat ketika waktu menjawab semua pertanyaan yang terus menerus ada dalam benakku, semakin aku tidak yakin akan segala pikiran positive ku selama ini dan semakin yakin akan semua yang negative dalam pikiranku. terus berdoa dan percaya bahwa semua akan baik? sudah sekian lama aku terus berharap bahwa semua akan baik, tapi sekarang mungkin sudah menjadi 'akhir' dan aku tau, semuanya memang berbeda dan tidak seperti yang ada di angan-angan.
seharusnya aku tidak berharap terlalu tinggi di awal dan tidak berharap sampai pada hari-hari dekat.
seharusnya aku membuang segalanya sehingga tidak membuat orang lain, dan aku sendiri kecewa.
seharusnya hati ini tidak menjadi dua bagian yang akhirnya membuat 'galau' semua orang termasuk aku.
seharusnya aku melupakan dia, ya, semuanya ...
seharusnya aku harus bisa maju, dan tidak menoleh ke belakang terutama pada sesuatu yang tidak seharusnya aku kejar dan aku impikan.
seharusnya aku tau dari awal, kalau memang aku seseorang yang tidak pantas bagi dia dan harusnya memantaskan diri bagi orang yang menyayangi aku dengan tulus.
seharusnya aku tau dari awal, segala yang diucapkannya tidak sebanding dengan segala yang akan dilakukannya.
seharusnya aku tau, dia memang tidak pernah melihatku. melihatku di sini.
mungkin aku yang terlalu berharap dan tidak bisa melihat seseorang yang lain.
dan mungkin saatnya menunggu itu sudah selesai.
maaf bila aku terlalu memaksakan kehendak yang menjadi mimpiku sejak lama.
maaf bila aku salah mengartikan segala tingkah, ucapan, dan buah pikiranku terhadapmu.
maaf bila aku tertalu memasukkan kamu ke dalam hidupku, yang tidak penting.
semoga kamu bahagia.
aku terlalu berbeda.
Tiffani Narulita
:)
Thursday, July 25, 2013
Friday, July 12, 2013
Too Much Different (?)
kita banyak samanya. tapi lebih banyak bedanya. bagaimana menurutmu?
that's new quotes for me today. anything alright? not at all i think.
sebenarnya tidak ada yang terlalu salah. hanya memang ada yang salah. beberapa hari lalu aku coba membandingkan dia dengan dia. ya, jangan lah bosan, ini memang masalah percintaan kembali.
dia yang satu berbeda keyakinan dengan aku. dia yang satu, kami satu keyakinan.
dia yang satu berkecimpung dalam bidang grafis dan teman-temannya, sedangkan yang satu, dia berkecimpung dengan bidan suara, musik dan kawan-kawannya.
dia yang satu jelas-jelas, sekali lagi aku tekankan, "jelas-jelas" (maaf) chinese, dan dia yang lain belum kutemui dan berarti "tidak jelas" dia chinese atau bukan.
dia yang satu hanya berbeda beberapa kilometer dari rumah kediamanku, dan dia yang lain sangat sangat jauh dari kediamanku. bahkan kata orang dia sangat sangat tidak nyata.
sedang untuk aku, haruskah aku mengatakannya juga?
aku beragama yang pasti, dan aku sangat bersyukur bisa mengenal Dia dan aku percaya Dia sangat mengasihi dan selalu melindungi aku dimanapun aku berada.
aku lebih suka berada dalam dunia musik, walaupun aku tidak bisa memainkan alat musik, namun aku suka bernyanyi. dan sangat sangat suka bernyanyi, ya, walaupun memang aku tidak memiliki suara yang begitu sempurna seperti teman yang lain. tapi dibanding aku harus mendekam di komputer untuk menentukan sesuatu yang baik bagi desainku, lebih baik aku tidur dan mendengarkan musik.
aku? aku otomatis bisa dilihat orang yang berdarah chinese. muka kecil, mata sipit, rambut tidak terlalu lurus aku pikir, namun kedua orang tuaku pun sama denganku, so aku real chinese :)
sedang masalah jarak, aku tidak mempermasalahkan bagaimana jarak yang memisahkan antara aku dan dia. tapi mungkin lebih baik dan sangat sangat menyenangkan bila aku bisa terus bersama orang yang aku sayangi. selamanya.
kembali pada penyocok-nyocokan.
aku dengan yang pertama. memang kami sering jalan bersama sekarang. kami sering bercanda gurau. namun disisi lain, banyak ketidakcocokan antara kami. aku membutuhkan seorang pemimpin, sedang dia adalah lelaki lemah yang menganggap enteng semuanya karena dia orang yang beruang. memang tidak boros, dia masih menghargai bagaimana uang sulit dicari, namun aku tetap tidak menyukai bagaimana dia berpendapat dan bagaimana dia menghibur dan memberi masukkan. dia memang sosok yang ramah, namun dia sering membuat aku jengkel. 'ngangenin'? memang orang seperti itu membuat kita sering rindu tapi lama-lama memuakkan sekali.
aku dengan yang kedua. kami belum pernah bertemu. sekalipun kami belum pernah. kami hanya bercanda gurau dengan menggunakan media komunikasi yang ada, baik internet maupun bbm dan dulu kami menggunakan sms. kami saling kenal mengenal sangat lama, sekitar 2 tahun yang lalu, dan kami sempat memiliki hubungan resmi (berpacaran) sekitar 1 bulan lebih 3 minggu (pas). dia seorang yan romantis, dan mungkin bukan romantis, namun bermulut manis. jadi entah romantis atau bermulut manis (pada semua wanita). bagiku dia sosok dewasa dalam dunia maya. dia orang yang cerdas karena dia suka membaca buku, dan dia suka musik. sedang aku suka bernyanyi. setiap kami berkomunikasi, terkadang dia sering meninggalkan aku tanpa alasan yang 'real' dan masuk akal, entah dia berbohong atau apapun, sampai sekarang aku masih belum bisa mempercayainya. dengan kata yang manis, tingkahnya yang sering menghilang, semakin membuat aku penasaran dan merasa "rindu". lalu aku harus bagaimana bloggie?
menurutmu banyak samanya? banyak bedanya? aku harus memilih yang mana?
memilih yang lebih nyaman? sungguhkah bisa membuat aku akhirnya bahagia?
memilih yang lebih dekat dan 'baik'? haruskah aku berusaha menyayangi orang yang menyayangiku? haruskah? mudah mungkin bagi orang lain, tapi susah bagiku, apalagi dia yang lain, sungguh, sungguh sangat mempesonaku.
banyak perbedaan tidaklah sangat terlalu baik. tapi banyak persamaan juga akan membuat hubungan menjadi bosan.
haruskah aku menunggu lagi sesuatu yang tidak pasti selama bertahun-tahun sedang orang lain di dekatku sedang menungguku?
biar hanya Engkau yang berencana dan beracara Tuhan :)
Tiffani Narulita
that's new quotes for me today. anything alright? not at all i think.
sebenarnya tidak ada yang terlalu salah. hanya memang ada yang salah. beberapa hari lalu aku coba membandingkan dia dengan dia. ya, jangan lah bosan, ini memang masalah percintaan kembali.
dia yang satu berbeda keyakinan dengan aku. dia yang satu, kami satu keyakinan.
dia yang satu berkecimpung dalam bidang grafis dan teman-temannya, sedangkan yang satu, dia berkecimpung dengan bidan suara, musik dan kawan-kawannya.
dia yang satu jelas-jelas, sekali lagi aku tekankan, "jelas-jelas" (maaf) chinese, dan dia yang lain belum kutemui dan berarti "tidak jelas" dia chinese atau bukan.
dia yang satu hanya berbeda beberapa kilometer dari rumah kediamanku, dan dia yang lain sangat sangat jauh dari kediamanku. bahkan kata orang dia sangat sangat tidak nyata.
sedang untuk aku, haruskah aku mengatakannya juga?
aku beragama yang pasti, dan aku sangat bersyukur bisa mengenal Dia dan aku percaya Dia sangat mengasihi dan selalu melindungi aku dimanapun aku berada.
aku lebih suka berada dalam dunia musik, walaupun aku tidak bisa memainkan alat musik, namun aku suka bernyanyi. dan sangat sangat suka bernyanyi, ya, walaupun memang aku tidak memiliki suara yang begitu sempurna seperti teman yang lain. tapi dibanding aku harus mendekam di komputer untuk menentukan sesuatu yang baik bagi desainku, lebih baik aku tidur dan mendengarkan musik.
aku? aku otomatis bisa dilihat orang yang berdarah chinese. muka kecil, mata sipit, rambut tidak terlalu lurus aku pikir, namun kedua orang tuaku pun sama denganku, so aku real chinese :)
sedang masalah jarak, aku tidak mempermasalahkan bagaimana jarak yang memisahkan antara aku dan dia. tapi mungkin lebih baik dan sangat sangat menyenangkan bila aku bisa terus bersama orang yang aku sayangi. selamanya.
kembali pada penyocok-nyocokan.
aku dengan yang pertama. memang kami sering jalan bersama sekarang. kami sering bercanda gurau. namun disisi lain, banyak ketidakcocokan antara kami. aku membutuhkan seorang pemimpin, sedang dia adalah lelaki lemah yang menganggap enteng semuanya karena dia orang yang beruang. memang tidak boros, dia masih menghargai bagaimana uang sulit dicari, namun aku tetap tidak menyukai bagaimana dia berpendapat dan bagaimana dia menghibur dan memberi masukkan. dia memang sosok yang ramah, namun dia sering membuat aku jengkel. 'ngangenin'? memang orang seperti itu membuat kita sering rindu tapi lama-lama memuakkan sekali.
aku dengan yang kedua. kami belum pernah bertemu. sekalipun kami belum pernah. kami hanya bercanda gurau dengan menggunakan media komunikasi yang ada, baik internet maupun bbm dan dulu kami menggunakan sms. kami saling kenal mengenal sangat lama, sekitar 2 tahun yang lalu, dan kami sempat memiliki hubungan resmi (berpacaran) sekitar 1 bulan lebih 3 minggu (pas). dia seorang yan romantis, dan mungkin bukan romantis, namun bermulut manis. jadi entah romantis atau bermulut manis (pada semua wanita). bagiku dia sosok dewasa dalam dunia maya. dia orang yang cerdas karena dia suka membaca buku, dan dia suka musik. sedang aku suka bernyanyi. setiap kami berkomunikasi, terkadang dia sering meninggalkan aku tanpa alasan yang 'real' dan masuk akal, entah dia berbohong atau apapun, sampai sekarang aku masih belum bisa mempercayainya. dengan kata yang manis, tingkahnya yang sering menghilang, semakin membuat aku penasaran dan merasa "rindu". lalu aku harus bagaimana bloggie?
menurutmu banyak samanya? banyak bedanya? aku harus memilih yang mana?
memilih yang lebih nyaman? sungguhkah bisa membuat aku akhirnya bahagia?
memilih yang lebih dekat dan 'baik'? haruskah aku berusaha menyayangi orang yang menyayangiku? haruskah? mudah mungkin bagi orang lain, tapi susah bagiku, apalagi dia yang lain, sungguh, sungguh sangat mempesonaku.
banyak perbedaan tidaklah sangat terlalu baik. tapi banyak persamaan juga akan membuat hubungan menjadi bosan.
haruskah aku menunggu lagi sesuatu yang tidak pasti selama bertahun-tahun sedang orang lain di dekatku sedang menungguku?
biar hanya Engkau yang berencana dan beracara Tuhan :)
Tiffani Narulita
Wednesday, July 3, 2013
Keberuntungan? Keanehan?
Ringkasan Copy Chat di Blackberry
Saya : (ngomong gak jelas maunya apa)
Amir : wah kamu dewasa banget ya..
Saya : ah, biasa aja yatohh
Amir : beruntung banget cowok yang dapetin kamu...
Saya : ........?
tanda tanya besar terlintas dipikiranku ketika ada seseorang yang berkata demikian. beruntung? benarkan beruntung?
sebenarnya tidak hanya satu lelaki yang berbicara seperti itu, sudah mungkin ..... ummm ... berapa ya ... sedikit banyak orang yang berbicara seperti itu.
kembali lagi kepada keberuntungan. benarkan beruntung siapapun yang bersamaku?
jika memang benar beruntung, mengapa 3 kali aku menjalin hubungan, tetapi semuanya gagal?
jika memang benar berungung, mengapa orang yang aku lihat tidak dapat melihat keberuntungan itu?
mengapa selalu orang lain yang tidak aku suka, tidak aku sayang, yang dapat melihat semua itu dari aku?
bukan sok baik. bukan sok suci. bukan sok bisa. bukan sok dewasa. semua yang aku nyatakan, perbuat, dan apa yang disebutkan oleh setiap orang 'dewasa' adalah proses pembelajaranku sendiri.
bahkan kadang aku merasa aneh dengan segala 'keberuntunganku'
aku terlihat berbeda dari cewek-cewek normal lainnya. mereka yang shopping, mereka yang sering hang out bersama teman, dan mereka yang memperhatikan kecantikan dan kekayaan yang mereka miliki.
aku merasa tidak normal dengan keadaanku. aku berbeda, terlalu berbeda. dengan segala macam pikiran yang ada dalam pikiranku, hingga aku sendiri tidak bisa mengontrolnya, apa yang harus aku perbuat?
berpacu pada kalimat-kalimat bijak dari Mario Teguh, kalimat-kalimat dan masukan dari papa, aku mengerti semuanya. aku paham semua yang mereka bicarakan. mengapa anak-anak remaja lainnya tidak, Tuhan?
mengapa aku berbeda? dan selalu berbeda dalam setiap apa yang aku punya. apa ada orang yang seperti aku juga?
aku butuh seorang penolong Tuhan. seorang yang mengerti keadaanku dan bisa menerima, tidak justru memanfaatkan.
bertengkar dengan diri sendiri?
mungkin terlihat dan terdengar aneh. tapi itu yang sering aku alami, aku bertanya pada diriku sendiri, aku menjawabnya, lalu aku juga yang menyangkalnya. dan sampai sekarang aku tidak menemukan jawaban yang tepat buat segala yang aku pertanyakan dan aku tidak menemukan yang benar dari setiap jawaban yang aku kemukakan sendiri. lalu maunya apa??????
sungguh membingungkan. adakah yang bisa membantu saya mengatasi masalah ini tanpa harus memasukkan saya ke psikolog? haruskah psikolog yang membantu?
capek sekali rasanya menjadi orang aneh.
keberuntungan? atau keanehan?
Tiffani Narulita
Saya : (ngomong gak jelas maunya apa)
Amir : wah kamu dewasa banget ya..
Saya : ah, biasa aja yatohh
Amir : beruntung banget cowok yang dapetin kamu...
Saya : ........?
tanda tanya besar terlintas dipikiranku ketika ada seseorang yang berkata demikian. beruntung? benarkan beruntung?
sebenarnya tidak hanya satu lelaki yang berbicara seperti itu, sudah mungkin ..... ummm ... berapa ya ... sedikit banyak orang yang berbicara seperti itu.
kembali lagi kepada keberuntungan. benarkan beruntung siapapun yang bersamaku?
jika memang benar beruntung, mengapa 3 kali aku menjalin hubungan, tetapi semuanya gagal?
jika memang benar berungung, mengapa orang yang aku lihat tidak dapat melihat keberuntungan itu?
mengapa selalu orang lain yang tidak aku suka, tidak aku sayang, yang dapat melihat semua itu dari aku?
bukan sok baik. bukan sok suci. bukan sok bisa. bukan sok dewasa. semua yang aku nyatakan, perbuat, dan apa yang disebutkan oleh setiap orang 'dewasa' adalah proses pembelajaranku sendiri.
bahkan kadang aku merasa aneh dengan segala 'keberuntunganku'
aku terlihat berbeda dari cewek-cewek normal lainnya. mereka yang shopping, mereka yang sering hang out bersama teman, dan mereka yang memperhatikan kecantikan dan kekayaan yang mereka miliki.
aku merasa tidak normal dengan keadaanku. aku berbeda, terlalu berbeda. dengan segala macam pikiran yang ada dalam pikiranku, hingga aku sendiri tidak bisa mengontrolnya, apa yang harus aku perbuat?
berpacu pada kalimat-kalimat bijak dari Mario Teguh, kalimat-kalimat dan masukan dari papa, aku mengerti semuanya. aku paham semua yang mereka bicarakan. mengapa anak-anak remaja lainnya tidak, Tuhan?
mengapa aku berbeda? dan selalu berbeda dalam setiap apa yang aku punya. apa ada orang yang seperti aku juga?
aku butuh seorang penolong Tuhan. seorang yang mengerti keadaanku dan bisa menerima, tidak justru memanfaatkan.
bertengkar dengan diri sendiri?
mungkin terlihat dan terdengar aneh. tapi itu yang sering aku alami, aku bertanya pada diriku sendiri, aku menjawabnya, lalu aku juga yang menyangkalnya. dan sampai sekarang aku tidak menemukan jawaban yang tepat buat segala yang aku pertanyakan dan aku tidak menemukan yang benar dari setiap jawaban yang aku kemukakan sendiri. lalu maunya apa??????
sungguh membingungkan. adakah yang bisa membantu saya mengatasi masalah ini tanpa harus memasukkan saya ke psikolog? haruskah psikolog yang membantu?
capek sekali rasanya menjadi orang aneh.
keberuntungan? atau keanehan?
Tiffani Narulita
Subscribe to:
Comments (Atom)