Friday, August 2, 2013

(Un)Important Day

setelah lewat 3 hari dari hari spesialku, yakni hari ulang tahunku, aku merasa sangat lega dan bersyukur bisa melewati semuanya dengan baik. segala yang aku takutkan tidak terjadi begitu saja. ada beberapa proses yang aku harus alami, dan tidak seburuk itu.
pada hari-hari sebelumnya, mungkin seminggu sebelum hari besar itu, banyak yang terjadi dalam hidupku. bukan sesuatu yang menyenangkan pastinya. sesuatu yang sangat menyakitkan ketika diingat, namun sukar untuk diungkapkan dengan berbagai kata.
saat itu, ada seorang teman lamaku yang menganggap bahwa hari besar itu, hari ulang tahunku, harus dilewatkan. mungkin tidak harus menurutnya, tapi seperti 'anggap saja sudah lewat' itu sangat menyakitkan, terutama bagi perempuan yang selama masa SMAnya selalu sendirian. kalimat itu terus terngiang dalam pikiran sehingga timbullah sakit hati terhadap teman sendiri. memang tidak baik, aku pun tidak menginginkannya terjadi, tapi apa daya manusia, tidak semuanya bisa ditahan sedemikian rupa untuk menjadi baik bagi orang lain tapi tidak baik bagi diri sendiri.
setelah beberapa rencana yang tersusun dengan baik, ada saja halangan yang menutupi kesenangan-kesenangan yang sudah aku bayangkan. seorang teman dekat yang tidak bisa hadir dalam acara terpenting dalam hidupmu. seburuk itukah? ya, bagiku. karena merekalah orang terpenting dalam hidupku, terutama dalam masa keremajaanku sekarang ini. labil? mungkin, dan labil itu harus. karena labil merupakan proses yang harus dijalani dan tidak bisa menunda.
dan memang pada hari yang sangat ditunggupun, mereka tidak hadir. hanya aku, dia dan sahabat terbaikku saja yang datang dan merayakannya kecil-kecilan. di siang hari setelah pulang sekolahpun, aku mendapat suprise yang lucu dari beberapa temanku. dan aku bersyukur. masih ada orang-orang yang mengingat dan empati terhadap hari ulang tahunku.
adakah hal buruk lainnya?
ada. beberapa orang yang aku harapkan memberi ucapan padaku tidak mengucapkannya. sebegitu alaynyakah aku mengenai ucapan? jangan remehkan ucapan dari orang lain. karena mereka juga membuang waktu mereka untuk itu dan ucapan merupakan tanda bahwa orang tersebut memberikan perhatiannya pada kita. so, memberi ucapan sangat baik dan tentunya sangat aku tunggu-tunggu.
selain orang-orang tersebut tidak memberi ucapan, dia hanya memberi ucapan padaku 3 jam pada statusnya, setelah itu tidak ada lagi di statusnya bahwa hari itu aku ada dan sedang berulang tahun. marah? mungkin tidak, hanya sedikit kesal karena perbuatannya tersebut.

adakah hal yang bisa lebih buruk?
mungkin aku harus berpikir positive dan mulai menghadapi semuanya. memang terasa sendiri, tapi di sekitar masih ada beberapa yang peduli

Tiffani Narulita