Setelah beberapa hari mengenal Cia, Ello baru saja mendapat nomer telepon Cia. Tapi Ello masih belum berani untuk mengSMS Cia. Dia takut kalau kegiatan Cia terganggu oleh SMSnya yang gak begitu penting. ‘lagian, pasti banyak yang mengSMS Cia. Dia pasti mengira kalau aku hanya fans beratnya.’ Batin Ello sambil melihat cowok paling keren di sekolahnya sedang merayu Cia dengan puisi-puisi gombalnya. Cia hanya cuek dan mendengarkan saja. Sekedar menghargai usaha mereka. ‘ahh.. cowok sekeren Rangga saja Cia tolak, gimana aku? Mungkin, dia sudah memiliki cowok sendiri di luar sana..’ batin Ello sedih dan bergegas meninggalkan kelas. Saat itu sedang istirahat, Ello berencana untuk pergi ke kantin untuk mendinginkan hatinya yang panas karena melihat Rangga, cowok paling keren di sekolahnya itu merayu Cia.
Ello duduk di pojok kantin. Itu tempat favorite Ello di sekolahnya. Tak lama menunggu, segelas es jeruk di antar oleh Mbok Siti, penjual es di kantinya. “makasih ya Mbok.!” Ucap Ello dengan sopan. Ia tak begitu akrab dengan Mbok Siti, tapi Ello tetap menjaga kesopanannya terhadap orang yang lebih tua. Saat sedang asyik meminum es jeruknya, tiba-tiba “ heyy.!!”. Ello terkaget sampai ia tersedak es jeruknya. ‘sialan.! Sapa sihh nehh? Jail amat jadi orang.!!! Grrr.!!’ Batin Ello sambil terbatuk-batuk. Sejenak Ello baru menyadarai, bahwa suara usil tersebut adalah suara cewek. ‘tapi siapa?’ batin Ello lagi sambil kebingungan sekarang. Ello langsung menoleh ke arah belakang dan ‘Ciaa??!!!’ batin Ello kaget dan bingung. Semua campur aduk dalam hati dan pikirannya. Dengan wajah tanpa dosa, Cia langsung duduk di depan Ello sambil membawa pop ice strawberry kesukaannya dan tentu saja dengan senyuman yang manis. Gak pernah Cia senyum seperti ini di depan cowok selain di depan Ello sekarang ini dan waktu mereka di café ‘Lusia’. Ello hanya diam, tak bisa berkata-kata sambil sesaat tersenyum melihat Cia yang asyik meminum pop icenya.
Akhir-akhir ini, Ello dan Cia sering berkiri pesan atau berSMS ria. Ello mulai memberanikan diri untuk SMS Cia. Walaupun kadang Ello gugup sendiri. Terkadang mereka juga ngobrol-ngobrol saat istirahat. Cia mulai merasa nyaman dengan Ello dan Ello pun merasakan hal yang sama, Cowok-cowok dan seluruh SMP Kartika 13 heboh dengan kedekatan mereka, tapi mereka tetap cuek dan menjalani hari-hari mereka sendiri.
Siang ini, sepulang sekolah, Ello bergegas menuju café kesayangannya. Karena hari ini Ello akan bertemu dengan Cia. Ello seneng banget karena baru kali ini Cia mengajaknya ke café. Setelah 10 menit menyetir, akhirnya Ello sampai di café ‘Lusia’. Ello langsung duduk dan memesan black coffee, karena siang ini Ello merasa sedikit mengantuk dan capek tentunya.
‘astagaa.. mana sih Cia ini?’ batin Ello tak sabar. Setengah black coffeenya sudah habis. Hati Ello makin berdebar ketika ia melihat jam di tangannya. Karena jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, sedangkan Cia bilang akan bertemu dengan Ello jam setengah 4 sore. Ello mulai bingung karena Cia tak segera datang. ‘apa dia lupa? Apa dia sibuk? Kenapa dia gak SMS aku sihh?’ batin Ello tak karuan. Tak bisa di pungkiri juga kalau Ello kuatir dengan Cia.
“jeduaaarr.. jeduaarr.. happy birthday Ello.. happy birthday Ello.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday Ello…!!” Ello terkaget melihat surprise yang Cia dan teman-temannya siapkan. Ello lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Sudah lama ia gak merayakan ulang tahunnya dan kesibukannya akhir-akhir ini juga membuat ia lupa. “hi Loo.! Happy Birthday yaa.!” Ucap Cia. Sejak tadi Cia sudah tiba di café itu. Cia yang mempersiapkan semua acara surprise untuk Ello. Teman-temannya juga mengucapkan Happy Birthday ke Ello. Dan seteah ucapan selamat, teman-teman Ello minta ditraktir. ‘wahh.. aku aja gak punya duit nehh.. ckck’ batin Ello. Teman-teman Ello seneng banget dotraktir. Emang gak bondo. Hehehe..
Saat semua teman Ello pulang, tinggal Cia yang masih ada di café. Ello memang sengaja melarang Cia untuk pulang. Sekedar untuk mengucapkan terima kasih dan ada hal lain yang ingin Ello sampaikan pada Cia. “o ya. Mau ngomong apa kamu Lo? Serius banget keliatannya.. hehehe”, kata Cia yang sedikit bingung karena kata Ello mau bicara sangat penting. “ emm, aku mau bilang thank’s ya.. udah inget sama ulang tahunku. Aku aja lupa.. hehehe” ucap Ello menjawab pertanyaan Cia. Ello masih ragu-ragu untun membicarakan hal yang dari dulu Ello ingin sampaikan. “wahh.. kalo cuma itu mahh gak apa Lo.. lagian kamu sibuk kan? Setahun sekali boleh donk.. hehe” balas Cia dengan senyumnya yang manis. Dan tak akan pernah lepas dari kata manis. Sejenak mereka hening. Ello masih ragu-ragu untuk bilang perasaannya ke Cia. Berbagai alasan ada di pikiran Ello. Entah perbedaan derajat, Ello bukan orang yang berada. Sedangkan Cia sangat berada. Ello juga gak terkenal seperti Cia. Ello mulai bimbang dan berpikiran untuk mengundurkan diri. Tapi dia ingat, beberapa hari yang mereka lalui dengan senang, apakah Cia belum merasakannya?
Akhirnya Ello memberanikan diri untuk bilang pada Cia. Apapun resikonya, yang penting Cia tau perasaannya. “Ci.. aku tau aku cuma orang biasa, gak perfect, kayak anak-anak lain, tapi aku gak bisa mungkiri lagi perasaanku ini..” “sstt.!” Belum selesai Ello berbicara, Cia langsung memotongnya. “aku tau, kamu mau bilang kalau kamu suka sama aku kan? Hehehe” Ello langsung gugup dan bingung. Tapi memang itu sebenarnya perasaanya pada Cia. “sebenarnya sihh aku juga suka sama kamu. Cuma aku takut kalau aku ge-er.. makanya aku gak bilang dulu sama kamu.” Celoteh Cia tiba-tiba. Ello hanya diam karena kaget. Ternyata Cia sudah menyimpan perasaan yang sama sejak dulu. “apa sampai sini aja hubungan kita Lo?” pertanyaan Cia membuat Ello kaget. Ello melihat Cia hanya tersenyum kecil. Manis sekali.! “emm, Cia. Bole aku jadi pacarmu? Setifaknya jadi kado untuk ulang tahunku ini.” Ucap Ello tanpa sadar karena melihat senyuman Cia itu.
Pagi ini, Ello lebih bersemangat sekolah. Bukan hanya karena bertambah satu umur buat Ello, tapi juga karena biadadari yang sangat cantik yang sekarang ada di sebelah Ello. Yaph.! Ello sama Cia udah jadian.! Hehehe.. Berita ini sudah sampai di seluruh sekolah. Banyak cowok patah hati karena berita ini. Tapi seenggaknya, gak akan pernah membuat hubungan Cia dan Ello kandas. Di kantin sudah berkumpul banyak siswa SMP Kartika 13. Mereka berebut memberi selamat pada Cia dan Ello. Mereka hanya tertawa-tawa melihat kehebohan yang terjadi di sekolah mereka. “Terima kasih Tuhan. Engkau memberiku kado paling indah di ulang tahunku ini” ucap Ello dengan suara pelan, lalu memeluk kado terindahnya. Cia hanya tersenyum dan membiarkan waktu berjalan.
No comments:
Post a Comment