tak terasa beberapa bulan akan berlalu begitu cepat dan waktu itu akan dimulai..
segalanya akan berubah karena aku akan berada pada suatu tempat asing yang tak pernah aku temui sebelumnya..
teman, sahabat, kawan, mungkin akan terasa lebih menghilang disana daripada saat aku berada di suatu sekolah..
di sekolah saja, pertemanan, persahabatan itu sama sekali tidak dapat ku rasakan dengan sempurna.. mungkin karena situasi yang berbeda dengan orang-orang yang baru saja aku temui dan aku kenal.. menjalin persahabatan tidak mudah bukan?
berharap di sana aku akan mendapat lebih banyak teman.. di sisi lain aku tidak mengharapkan mendapat teman dekat walau hati ini sangat membutuhkan seorang teman yang selalu mendampingiku, namun selamanya itu tidak ada.. percayalah padaku, selamanya itu tidak pernah ada dan tidak akan ada.
sakit hati karena berharap pada manusia? mungkin itu sebabnya aku merasa selamanya itu tidak ada. aku sangat berharap teman-temanku dahulu bisa bersamaku, walaupun tidak harus setiap hari mereka bersamaku, setidaknya saat kita ada waktu bersama, mereka langsung meninggalkan aku begitu saja, jalan sendirian entah harus berbuat apa, entah harus kemana, dan terlintas berpikir, buat apa kita berteman bila saat kita bertemu kita tidak selalu bersama? mereka terlihat tertawa lepas membicarakan masing-masing orang yang mereka kenal sedang aku tidak tahu apa-apa. haruskah aku mengikuti alur pembicaraan mereka yang sama sekali aku tidak tahu? atau mungkin lebih baik aku banyak diam..
aku tidak tahu banyak sekarang mereka akan beranjak kemana. mungkin sebaiknya aku tidak tahu dan tidak bertanya..
itu keseharianku bersama teman-teman lamaku.. menyedihkan? bisa jadi dan bisa dibilang begitu sih..
dan di sini, di sekolahku yang sekarang, aku bahkan tidak bisa menemukan seseorang yang bisa sejalan, sepikir dan sependapat dengan aku. terlintas di pikiranku bahwa aku terkena sindrom "dewasa sebelum waktunya", emangnya enak? tidak. sama sekali tidak.
tidak ada satupun orang yang sama denganku. mungkin hanya 1 atau 2 orang, itupun mereka tidak punya waktu yang bagiku cukup untuk menemaniku. selamanya memang tidak ada kan? :)
sekarang yang aku hadapi bukan hanya kesendirian yang aku alami..
tapi ada beberapa orang yang tidak aku harapkan akan 1 tempat dengan aku..
mungkin traumaku berlebihan terhadap mereka.. namun mereka sendiri yang membuat aku seperti ini.. memangnya aku menginginkan untuk trauma pada sesuatu? tidak sih..
bagaimana perasaanmu ketika seorang yang tidak kamu kenal dekat dan bahkan telah membuat kamu sakit hati, tiba-tiba nongol di depan wajahmu saat istirahat dan tiba-tiba ia berkata 'bisa kamu tuliskan "sesuatu" ini untukku?"
sesuatu itu adalah sesuatu yang berharga dan seharusnya dia tulis sendiri. entah mungkin tulisan yang ia buat selama ini sangat jelek atau dia sangat sangat malas untuk menata masa depannya, aku sendiri tak tahu mengapa ia harus merelakan "sesuatu"nya ditulis oleh orang lain?
haruskah aku hanya diam? haruskah aku hanya membiarkan?
sayangnya, perasaanku tak bisa dipendam.. begitu meluap amarah dalam hatiku sehingga sakit hatipun timbul. mungkin sepele bagi orang lain, dan bagiku yang akan masuk jurusan psikologi nantinya, itu sesuatu yang lumrah.
tapi ya masa pantas seorang yang sudah duduk di jenjang SMA tidak bisa memikirkan apa yang akan menjadi masa depannya? apa pantas seorang yang duduk di bangku SMA minta tolong orang lain untuk menata kesuksesannya sendiri?
punya otak apa tidak sih sebenarnya?
ya, kalimat-kalimat itu yang terus terlintas di otakku.. tapi aku berusaha..
berusaha untuk tetap mengasihi dia sebagai sesamaku.. karena aku masih berTuhan dan Tuhanku mengajarkan untuk saling mengasihi..
bloggie, doakan aku supaya aku siap menghadapi beberapa bulan ke depan dan bahkan beberapa tahun ke depan :)
i don't know what i say, really.. but i just wanna share you about what i feel, what i see, and what human is :)
Tiffani Narulita
No comments:
Post a Comment