sejak pertama aku memilih salah satu Universitas di Surabaya untuk berkuliah, aku sempat menangisinya. ada seorang teman yang tidak kusukai juga memilih untuk studi di tempat yang sama dengan fakultas yang sama pula. tapi memang Tuhan punya caraNya sendiri untuk mendapatkan kita anak-anakNya. pantaskah aku disebut sebagai anakNya? aku dapat berkata pantas karena Dia masih menghajar dan masih mau mendengarkan aku. ya Dia menghajar orang-orang yang dikasihiNya. seperti seorang bapa kepada anaknya jika anaknya memang bersalah.
memasuki semester pertama organisasi yang aku ikuti adalah organisasi kerohanian. aku memang bertekad dari awal untuk masuk ke organisasi kerohanian. memiliki jam-jam ibadah tetap, memiliki keluarga rohani awalnya tidak mudah buat dagingku. seringkali aku menolak beribadah dan menolak untuk recom (komsel). tapi dorongan kuat dan karena situasi aku berada di kos membuat aku tetap dalam organisasi itu dan justru menjadi salah satu bagian dalam organisasi tersebut. aku yakin bukan sekedar karena organisasi aku bisa bertemu dengan Dia, tapi karena Dia yang menemukan aku.
awal aku berjumpa dengan Dia sebagai orang yang samgat mengasihi dan mengampuni aku yaitu pada saat aku retreat maharu 2014. disitupun aku mendapatkan karunia Roh, yang bagiku sekarang tidak bisa digunakan secara sembarangan. aku tidak langsung bertobat, aku masih dalam jerat kenajisan dan nafsuku sendiri terhadap pasanganku. tapi Dia Tuhan yang hebat, Dia terus mengejar dan mengampuni aku ketika aku bersalah dan kembali dengan hati yang tulus untuk mau diubahkan. pesan pertama ketika aku memulai hidup baruku adalah pengenalan akan Tuhan.
prosesnya cukup lama bagiku dengan berbagai masalah yang disediakan untuk menguji hatiku, akupun semakin mengenal Dia walaupun tidak sempurna. Dia Allah yang Esa, Dia Allah yang Besar, Dia Allah yang penuh kasih dan sayang, namun Dia Allah yang adil dan penuh kuasa, Dia Allah yang mau menunggu anak-anakNya kembali, Dia Allah yang mau membasuh segala kenajisan kita, dan Dia Allah yang mengenal hati kita terlebih dahulu dibandingkan dengan kita manusia. akupun dibuat jatuh cinta akan kasihNya yang luar biasa walaupun aku masih mengeluh dan masih berdosa, tapi aku tahu Dia tahu bahwa aku tetap manusia.
setelah selesai pada tahapan pengenalan akan Tuhan, aku sempat membuat Dia kecewa dengan tidak lagi percaya akan kuasaNya bahwa Dia juga Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu terutama untuk hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Dia Allah yang mampu mengubah sesuatu jika kita benar-benar menaruh kepercayaan dan hati kita sepenuhnya kepada Dia. aku berpikir bahwa mungkin Dia sudah sangat jauh dariku karena apa yang aku lakukan. mungkin Tuhan sudah berpaling dari ku karena apa yang aku perbuat dan hatiku yang bercabang. tapi Dia bukan Allah yang demikian. aku tetap didapatiNya dan diproses kembali. kali ini mengenai perkenanan Tuhan.
Apa yang berkenan dihadapan Tuhan? apa yang paling berkenan bagi Tuhan?
dari semua jawaban yang aku terima dari Dia, dari mendengarkan firman Tuhan dan dari pembacaan firman, yang aku dapatkan hanya satu hal sederhana. HATI.
yang paling berkenan dihadapan Tuhan bukan persembahan kita, bukan pelayanan kita, bukan sesuatu yang kita berikan kepada orang lain sesama kita, bukan ketika kita berbuat baik, bukan apa yang kita berikan yang berkenan kepada Tuhan.
dibalik semua itu Tuhan melihat HATI kita. apakah kita sungguh mempersembahan persembahan kita dengan HATI kita? apakah kita sungguh melayani Dia dengan HATI kita? apakah kita mengasihi Dia dan mengasihi sesama kita dengan HATI kita? semua berawal dari HATI kita karena Tuhan lah yang mengenal kedalaman HATI kita umat manusia.
HATI yang seperti apa?
hati yang jujur, hati yang baik, hati yang takut akan Tuhan, hati yang adil, hati yang mau dibentuk, hati yang lembut, hati yang penuh kasih, hati yang tulus ikhlas, hati yang mau dimurnikan oleh Tuhan.
sulit? memang. karena kita manusia. tapi maukah kita menyerahkan HATI kita buat Tuhan SAJA?
karena HANYA TUHAN yang mampu mengubah HATI manusia.
dimana letak hatimu berada?
No comments:
Post a Comment