Tuesday, February 1, 2011

Kado Terindah (1)

‘ kriinggg..’ bel sekolah SMP Kartika 13, Surabaya berdering. Anak – anak masuk ke kelas masing – masing. Begitu pula Ello, cowok 14 tahun, berbadan kekar, tinggi, berotot, dan manis ini memasuki kelasnya. Ello adalah salah satu murid terpintar di sekolah SMP Kartika 13. Dia juga sangat menyukai dunia photography.
Saat guru memasuki kelas, anak-anak yang berbincang-bincang sendiri, terdiam. Mereka semua tercengang. Bukan karna guru yang terkenal paling galak di sekolah yang masuk itu, tetapi mereka semua terdiam dan tercengang karena cewek baru yang ada di sebelah guru mereka.
“Nama saya Cia Putri, saya pindahan dari SMP Malang. Mohon bantuannya.” ucap cewek baru itu. Cia adalah cewek yang lumayan cantik, imut wajahnya, cuek (banget), dan menarik. Ello pun terpesona melihat cewek yang baru saja memperkenalkan dirinya itu. Tanpa Ello sadari, detak jantungnya mulai berdetak cepat.

Pulang sekolah ini, Ello pergi ke cafe langganannya. Cafe ‘Lusia’ namanya. Di café itu, tempat biasa Ello nongkrong. Tempatnya sangat indah dan bila malam, cocok untuk dinner. Karena tempatnya romantis banget. Ello sering terinspirasi untuk memotret sekelilingnya. Kali ini Ello memilih tempat duduk di dekat jendelan agar udara panas hari ini bisa sedikit hilang. Ketika Ello melihat ke arah jendela, ada seekor kupu-kupu yang sangat indah. Ello langsung mengambil kameranya, dan mulai membidik. Saat jari telunjuk Ello mulai bergerak untuk memotret, kupu-kupu tersebut terbang ke arah pintu masuk café. Dan di saat yang bersamaan, masuk cewek berbaju seragam sama dengan Ello. Ello terkaget. ‘Cia.!’ batinnya. Ello langsung grogi saat Cia mulai mencari tempat kosong untuk duduk. Ello hanya terdiam lalu memalingkan mukanya ke arah lain. “Hai..! Kamu yang sekelas sama aku kan?” perkataan Cia terdengar dekat di telinga Ello dan Ello pun mulai bingung karena grogi. ‘kenapa aku?’ batin Ello bingung. Karena baru kali ini Ello merasakan hal seperti ini. Dengan teman-temannya yang lain, dia tak segugup ini. “ hooy? Kok diem sihh? Aku Cia.. tau kan?” kata Cia lagi. Cia bingung juga melihat cowok di depannya sedang berkeringat dingin dan gugup.! “ ohh.. iyaa.. aku inget kok.. aku Ello. Kenalin..” ucap Ello akhirnya sambil mengarahkan tangannya ke Cia. “ooo.. salam kenal yaa.!” Balas Cia dengan senyum. Senyum Cia sungguh menawan. Membuat Ello tak bisa berhenti melihat Cia di depannya. “ boleh duduk gak? Udah penuh nihh café.. kalo gak bole, aku nyari café lagi di laen tempat.” Kata Cia. Ello yang sedang melihat Cia langsung kaget dan gelagapan. “ ouw.. kenapa? Eh, ohh.. bole kok.. silahkan..” ucap Ello dengan bingung. Perasaannya gak karuan. Seperti ada perang dunia ketiga di pikiran dan hatinya.!
Setelah lama berbincang-bincang ria dengan malaikatnya, eh, dengan Cia, (hehe), Ello mulai merasa tenang dan tentu senang. Cia ternyata enak banget di ajak ngomong. Biarpun waktu perkenalan Cia sangat cuek, tapi sekarang beda banget. Cia juga merasa cocok dengan Ello, walaupun mereka baru saja kenal dan menjalin pertemanan. Sampai sore mulai menghiasi langit, Cia dan Ello pun pulang ke rumah masing-masing. Cia membawa motor matic kesayangannya, dan mereka berpisah.
Malam ini Ello sama sekali gak bisa tidur. Ia terus memikirkan Cia. Senyum Cia yang manis, membuat Ello sesekali tersenyum senang. ‘apa aku bisa terus bersamanya?’ batin Ello sambil menguap, dan akhirnya ia terlelap.

Jumat, 20 Oktober 2009.
Seperti biasa, anak-anak pemandu sorak alias cheerleader atau nama kerennya cheers, sedang latihan. Tim mereka akan duel battle dengan sekolah lain, yaitu SMP Kristian 5, Surabaya. Dan kelihatannya, ada pemilihan kapten cheers hari ini, karena kapten cheers mereka baru saja pindah ke Jakarta kemarin. Ikut orang tua katanya.
“ayoo Ciaaa.! Yaaayy.!!” Teriak anak-anak kelas 2 serentak mendukung Cia. Cia di suruh untuk mengikuti pemilihan kapten ini. Karena sebelumnya, sekolah mendapat info bahwa dulunya, Cia adalah kapten cheers sekolah Malang. Cia tiba-tiba muncul dengan baju cheers sekolahnya dan pasti terpilih. Pendukung Cia sangat banyak, bahkan guru-gurupun tanpa pikir panjang langsung memilih Cia. Saat Ello melewati aula sekolah tempat pemilihan kapten cheers, Ello melihat Cia yang sedang menampilkan gerakan-gerakan cheersnya. Ello tersenyum saat melihat Cia yang semangat dalam setiap gerakan yang Cia lakukan. Tanpa pikir panjang lagi, Ello diam-diam memotret gerakan-gerakan Cia yang mempesona. Dan tentunya, Ello memotret Cia sambil tersenyum-senyum. Saat Ello asyik memotret, Cia menyadari bahwa Ello sedang memotretnya. Cia hanya dapat tersenyum dan melanjutkan tariannya.

2 comments: