Friday, June 21, 2013

As You Take As You Are

saat itu memang ku akui aku kagum padamu. kamu orang yang asik, lucu, dan kita sering menghabiskan bersama dengan ejek-ejekan yang kita buat. dan akhirnya rasa nyaman pun ada di antara kita.
memang aku nyaman pada awal kita sering bersama, walaupun kita berbeda keyakinan, yang seharusnya melarang aku lebih dahulu untuk merasa nyaman padamu. namun entah mengapa perasaan ini hilang. memang masih kurasa nyaman, kurasa senang ketika bersamamu, bukan munafik, bukan berbohong, mungkinkah bosan melanda perasaan ini?

mengingat kita pernah bertemu, bahkan sering bertemu, mengapakah aku masih merasa bosan padamu? setelah beberapa lama aku berpikir, beberapa kemungkinan muncul mengapa aku merasa seperti itu.

kamu tidak seperti yang aku harapkan.
intinya hanya itu.
aku ingin seorang lelaki yang bisa membimbing dan 'berbicara' padaku ketika aku membutuhkan sesosok pembicara yang baik, namun kamu tidak bisa membuatku kagum walaupun kamu tidak bisa.
aku ingin seorang yang tegap dan berwibawa saat bersamaku, namun kamu juga tidak bisa menunjukkan itu padaku. kamu tidak berusaha dan aku tidak melihat segala usahamu bila memang kamu mengatakan kamu sudah berusaha.

aku memang bukan seorang perempuan atau wanita yang sempurna.
namun di sisi lain aku butuh pelengkap yang membuat aku sempurna, dan bukan sebaliknya.
itukah egois? tidak. karena aku wanita. aku membutuhkan seseorang memang lebih daripada pria.
seorang yang dewasa yang bisa membimbing aku. dengan demikian kedewasaanku juga akan turut bertumbuh. ragu akan perkataanku? tidak usah kawan. aku sudah berpengalaman dan memberi yang terbaik sebisaku dan perasaanku.
mengertikah kamu akan hal itu? sepertinya tidak sebelum aku memberitahukannya lebih dahulu kepadamu.

sangat sulit bagi kita mencintai orang yang mencintai kita.
dan sangat mudah memaksa orang yang kita cintai mencintai kita dengan mengatakan 'harusnya kamu mencintaiku apa adanya'
ada pepatah Mario Teguh yang mengatakan, yang intinya, bila ada yang lebih baik, mengapa masih menunggu seseorang yang tidak baik?
so, menurutku, berubahlah menjadi baik, maka seorang yang baik pula yang akan disandingkan dengan kamu dan bagi kehidupanmu. As you take as you are.

tidak ada jodoh yang terbaik bila bukan Anda yang membaikkannya. Mario Teguh.

Tiffani Narulita :)

No comments:

Post a Comment