Wednesday, July 3, 2013

Keberuntungan? Keanehan?

Ringkasan Copy Chat di Blackberry

Saya : (ngomong gak jelas maunya apa)
Amir : wah kamu dewasa banget ya..
Saya : ah, biasa aja yatohh
Amir : beruntung banget cowok yang dapetin kamu...
Saya : ........?

tanda tanya besar terlintas dipikiranku ketika ada seseorang yang berkata demikian. beruntung? benarkan beruntung?
sebenarnya tidak hanya satu lelaki yang berbicara seperti itu, sudah mungkin ..... ummm ... berapa ya ... sedikit banyak orang yang berbicara seperti itu.

kembali lagi kepada keberuntungan. benarkan beruntung siapapun yang bersamaku?
jika memang benar beruntung, mengapa 3 kali aku menjalin hubungan, tetapi semuanya gagal?
jika memang benar berungung, mengapa orang yang aku lihat tidak dapat melihat keberuntungan itu?
mengapa selalu orang lain yang tidak aku suka, tidak aku sayang, yang dapat melihat semua itu dari aku?

bukan sok baik. bukan sok suci. bukan sok bisa. bukan sok dewasa. semua yang aku nyatakan, perbuat, dan apa yang disebutkan oleh setiap orang 'dewasa' adalah proses pembelajaranku sendiri.
bahkan kadang aku merasa aneh dengan segala 'keberuntunganku'
aku terlihat berbeda dari cewek-cewek normal lainnya. mereka yang shopping, mereka yang sering hang out bersama teman, dan mereka yang memperhatikan kecantikan dan kekayaan yang mereka miliki.
aku merasa tidak normal dengan keadaanku. aku berbeda, terlalu berbeda. dengan segala macam pikiran yang ada dalam pikiranku, hingga aku sendiri tidak bisa mengontrolnya, apa yang harus aku perbuat?

berpacu pada kalimat-kalimat bijak dari Mario Teguh, kalimat-kalimat dan masukan dari papa, aku mengerti semuanya. aku paham semua yang mereka bicarakan. mengapa anak-anak remaja lainnya tidak, Tuhan?
mengapa aku berbeda? dan selalu berbeda dalam setiap apa yang aku punya. apa ada orang yang seperti aku juga?

aku butuh seorang penolong Tuhan. seorang yang mengerti keadaanku dan bisa menerima, tidak justru memanfaatkan.


bertengkar dengan diri sendiri?
mungkin terlihat dan terdengar aneh. tapi itu yang sering aku alami, aku bertanya pada diriku sendiri, aku menjawabnya, lalu aku juga yang menyangkalnya. dan sampai sekarang aku tidak menemukan jawaban yang tepat buat segala yang aku pertanyakan dan aku tidak menemukan yang benar dari setiap jawaban yang aku kemukakan sendiri. lalu maunya apa??????
sungguh membingungkan. adakah yang bisa membantu saya mengatasi masalah ini tanpa harus memasukkan saya ke psikolog? haruskah psikolog yang membantu?
capek sekali rasanya menjadi orang aneh.

keberuntungan? atau keanehan?

Tiffani Narulita

No comments:

Post a Comment