entah mengapa beberapa hari ini aku menjadi seorang yang cengeng. luapan air mataku tidak hanya keluar saat di rumah atau saat sendiri, namun sudah sampe standar sekolah!
yap! di sekolah beberapa kali luapan air mataku tak bisa ku kendalikan. mungkin terlalu banyak hal yang menjadi buah pikirku hingga aku sendiri tidak bisa mengontrolnya.
sekedar cerita bloggie, hari ini adikku pulang dari retreatnya. memang dia sekarang duduk di kelas 2 SMP dan waktunya retreat.
ceritaku sekarang bukan tentang adikku sebenarnya, lebih tepatnya ketika kemarin aku diundang menjadi pendamping untuk acara ulang tahun ke tujuh belas teman sekelasku. aku tidak tahu mengapa dia mengundang, dan menjadikan aku seorang polo, karena bagiku tidak ada hubungan pertemanan yang spesial antara kami.
setelah dijemput oleh pasangan poloku, aku segera bergegas menuju tempat acara untuk latihan. dan aku baru tau saat disana ternyata sang polo harus berdansa. memang setelah beberapa gerakan latihan kemarin, tidak seperti dansa-dansa yang selama ini aku idam-idamkan, tapi setidaknya sekarang aku berdansa.
sedikit orang yang sudah datang disana dan beberapa saat aku menunggu dan menunggu, orang yang sangat sangat aku bencipun datang. tidak, aku mengasihinya, namun dia telah menyakiti hatiku. dia memiliki segalanya, wajah yang manis, dengan postur yang mungil dan tidak tinggi, senyman didampingi dengan sepasang lesung pipit membuatnya semakin manis. diam saja dia terlihat manis, apalagi bila dia tersenyum atau tertawa sekalipun. dia bertalenta, segalanya bisa dia lakukan. mungkinkah ini iri hati yang aku rasakan?
aku memang bukan siswa yang famous, setidaknya orang-orang ramah dan mengenalku. mereka memberi sapaan termanis mereka ketika bertemu dan tersenyum padaku. aku tidak begitu mahir dalam mengolah suara, setidaknya aku bisa bernyanyi walau kadang aku merasa suaraku aneh. aku tidak begitu mahir menari, tapi dulu aku pernah beberapa kali melayani di gereja, acara gereja, wedding untuk menari bersama teman-temanku. dan itu sangat sangat mengasyikan. kamu bisa merasakan tangan dan kakimu yang gemulai, melambai-lambai indah, semua orang tertuju pada persembahan yang engkau berikan. sangat fantastis!
namun bila dibanding dengan dia, aku bukan apa-apa.
saat aku disejajarkan, atau siapapun yang ingin menyejajarkan ku dengannya, pasti akan lebih memilih dia.
beberapa kali aku bercerita pada temanku (teman lho! bukan sahabat), aku egois. egois karena terlalu tertuju pada diri sendiri.
di sisi lain aku merasa bersalah karena aku egois, tapi di sisiku yang lain, ada pemberontakan.
setelah sekian lama aku 'terpendam' dan tidak pernah dipandang lebih oleh orang lain, apakah aku tidak boleh meminta sekali-kali untuk dilihat?
mungkin caraku salah, aku hanya memendam keinginan dan mimpiku.
aku sering teringat bagaimana kita harus hidup untuk Tuhan bukan untuk sesama terutama untuk diri sendiri pikirku, tapi apa salah aku berharap orang lain bisa memandang aku bukan hanya sekedar cewek ceking mirip sapu ijuk, mak lampir dan lain sebagainya, yang hanya terdiam dan sok pintar bila yang lain tidak bisa menjawab atau yang lain tidak ada yang bertanya? salahkah aku berharap seperti itu dalam kedaginganku? tentu aku sangat sangat tau bahwa apa yang aku pikirkan bukan dari Roh Kudus.
Roh Kudus selalu berpesan padaku untuk selalu rendah hati, untuk selalu mengasihi siapapun yang mengasihi dan membencimu atau menyakitimu, tapi apakah boleh aku merasa capek dengan sikap rendah hati?
hatiku selalu berontak! siapa yang tak ingin jadi sepertinya yang bisa segalanya? yang bisa memikat semua pria? yang bisa memikat hati guru-guru hingga gurupun akrab? siapa yang tak ingin menikmati hidupnya yang serba "ada" karena dia anak orang kaya?
apa salah ketika aku menginginkan seorang pangeran dalam hidupku?
bermimpi suatu hari nanti aku akan menjadi seorang putri raja yang akan dipinang oleh seorang putra raja yang charming dan bertanggung jawab?
ah sudahlah.. itu hanya ada dalam cerita dongeng saja. hanya bualan saja. hanya iming-iming permen buat anak-anak.
rencana Tuhan akan selalu lebih baik.
coba sedikit melihat dan menikmati...
Tiffani Narulita
No comments:
Post a Comment