begitu aneh perasaan ini. bukan. bukan soal cinta. sekarang cinta terasa sangat mudah bagiku karena memang aku tidak sedang menjalin hubungan yang terlalu istimewa dengan seseorang.
perasaan ini muncul ketika kamu dihadapkan pada dua pilihan yang sama, namun tetap memilih pilihan yang salah. tidak pernah benar karena tidak ingin berpisah dan tidak ingin beranjak dari pilihan yang salah itu.
sudah tau salah, mengapa masih dipilih? kontroversi hati dan pikiran. karena aku juga manusia biasa. masih memiliki keturunan darah dosa walaupun sedikit.
perasaan itu seperti kamu baru terbangun dan berada pada sebuah sampan mini dan dua dayung. kamu mencoba mendayung dan sampai pada suatu pulau. banyak tulisan dilarang masuk, berbahaya, dilarang berkunjung dan larangan-larangan lain yang sama menakutkannya. tetapi bila diperhatikan lebih jelas dibalik pepohonan bambu yang rimbun terdapat banyak orang yang sedang pesta pora.
kamu mencoba mengintip ke dalam dan suasana di sana sangat menyenangkan. banyak uang, banyak game, banyak lelaki tampan dan wanita yang sangat aduhai, banyak pesta dan minum minum anggur yang paling mahal di dunia sekalipun, dan masih banyak lagi hal-hal yang bila dilihat kasat mata, adalah hal yang sangat menyenangkan dan ditunggu-tunggu banyak orang.
sejenak merasakan betapa sedapnya anggur dan dikelilingi letusan kembang api yang indah, ada seseorang yang berada di atas perahu sederhana, berada agak jauh dari tepi pantai pulau itu sedang memanggil nama-nama orang disana. memang orang yang merasa namanya dipanggilpun menoleh, namun menghiraukan suara itu.
terdengar sayup-sayup namaku dipanggil. terus namaku dipanggil.
rasa penasaranku pun muncul dan beranjak dari kenikmatan pesta besar-besaran itu. kelihatannya pesta itu akan terus berlangsung 24 jam penuh tanpa berhenti.
samar samar kulihat perahu itu dari kejauhan. tidak ada yang menarik. mungkin itu alasan mengapa orang-orang di dalam pesta itu menghiraukannya. rasa penasaran masih melingkupi hatiku dan berusaha melihat lebih jelas siapa yang berada dalam perahu itu, kabut yang sangat tebal menutupi seluruh area pulau.
ada sekilas bayangan manusia berada berdiri di sana. dengan santai terus memanggil-manggil namaku dengan setia.
wajahnya samar, tidak bisa kulihat. mungkin karena memang kabut sedang tebal.
mungkin tersadar aku sedang mengamatinya, dia tersenyum kecil dan mulai mengajakku pergi dari pulau itu. dia tidak bilang hal negatif yang banyak terpampang disana, dia hanya mengajak.
saat kutanya mengapa aku harus pergi dari pulau itu, dia hanya menjawab percaya saja.
setiap pertanyaan yang aku lontarkan hanya dijawab kembali, percaya saja.
bagiku tidak terlihat bagus untuk ikut dengannya. kabut semakin tebal dan gelap. belum lagi aku tidak tahu mengapa aku harus pergi. aku tidak tahu kemana dia akan mengajakku pergi. seberapa lama aku akan berada di perahu itu. sesuatu yang sangat tidak mungkin.
lebih enak berada dalam pulau itu. banyak teman, banyak uang yang bisa kubelanjakan. banyak sahabat. banyak game dan hal-hal yang menyenangkan. aku bisa mengeksplor hobiku lebih leluasa disana. dari pada hanya mengikuti perintah orang yang aku saja tidak tahu.
tunggu, aku seperti mengenal orang itu. hati kecilku berkata aku sangat akrab dengannya. tapi siapa dia?
No comments:
Post a Comment