Thursday, January 9, 2014

Kembali dan Percaya (2)

rasa bimbang terus bergejolak dalam hati dan pikiranku. hati kecilku bilang aku harus pergi dari pulau itu karena tidak baik dan harus mengikut dia yang memanggil namaku sejak tadi. tetapi pikiranku jauh menggiurkan. hidupku masih panjang, mungkin bersenang-senang sedikit tidak masalah. toh hanya sebentar.

aku kembali ke pesta itu dan minum banyak anggur. ternyata aku tidak kuat dan mulai merasa pusing serta mual. aku mengeluarkan banyak air dari mulutku dan perutku tidak enak. tiba-tiba muncul perasaan aneh. perasaan bersalah. seperti ada yang menegor, tapi siapa? mungkin aku harus bertanya pada orang yang berada di perahu itu.
ingin aku bertanya dan menghilang dari pesta, tanganku ditarik dan beberapa temanku mengajakku berdansa semalaman penuh. rasa capek pun menyelimuti tubuhku yang mulai merasa kedinginan karena hari mulai malam. menyesal kembali merasuk tubuhku. seperti ada yang mengatakan bahwa aku membuang-buang waktuku dengan percuma dan hidupku hampa sekarang. apa yang terjadi?

diam-diam aku menyelinap keluar untuk mengetahui apakah orang yang berada di perahu itu masih ada. ternyata dia masih dalam posisi yang sama. berada di atas kapal dengan memanggil beberapa nama.
udara dingin menusuk tulang mulai menyambar. mungkin di dalam akan ada selimut atau sesuatu yang bisa digunakan. baru selangkah aku beranjak, terdengar namaku dipanggil. aku mencoba tidak menghiraukan, namun dia berkata kembalilah. aku membalikkan badan dan bertanya, kembali untuk apa. percaya saja. hanya itu jawaban yang ku terima.

aku mencoba tidak peduli, namun apa salahnya aku menuruti orang itu. mungkin dia orang baik-baik.
aku dekati tepi pantai dan mulai merasakan desiran ombak yang hangat. kulihat lurus, ombak hangat itu hanya terdapat segaris dengan perahu itu. aku beranikan diri untuk mendekat dan melihat wajah siapa orang yang selalu memanggil nama orang-orang itu, namun tetap tidak jelas. sampai tepat dekat dengan perahu itu, tidak jelas terlihat. hanya pancaran sinar terang yang aku lihat.
naiklah, katanya. kemana, dia hanya menjawab dayunglah.

kau, pembaca cerita ini pasti sudah bisa menebak siapa dia.
ya Dia Tuhan kita Yesus.
dan kau, pembaca cerita ini sudah bisa menebak akhirnya.
yak dalam perjalanan yang sulit dan kelelahan mendayung, ternyata Dia pun ikut mendayung perahu itu dengan dayung yang lebih besar.
Dia bersama kita. Dia mengasihi kita.

No comments:

Post a Comment